Baju Pengantin Adat Jawa: Gaya Solo dan Yogyakarta beserta Maknanya
Oleh Tim Redaksi WithYou · Diperbarui · 2 menit baca
Ringkasan
Baju pengantin adat Jawa umumnya dibagi menjadi gaya Solo (Surakarta) dan Yogyakarta. Gaya populer antara lain Solo Putri dengan kebaya beludru, Solo Basahan dengan kain dodot, Yogya Paes Ageng yang megah, dan Yogya Putri yang lebih sederhana. Riasan paes di dahi menjadi ciri khas utamanya.
Baju pengantin adat Jawa dikenal anggun dan sarat makna. Dua pusat budayanya, Surakarta (Solo) dan Yogyakarta, punya gaya yang mirip tapi berbeda dalam detail. Artikel ini merangkum jenis-jenisnya agar kamu lebih mudah berdiskusi dengan perias. Detail busana dan riasan bisa berbeda antar perias, jadi selalu konfirmasi saat fitting.
Gaya Solo
Solo Putri
Pengantin perempuan memakai kebaya beludru panjang, biasanya hitam, hijau, atau merah tua dengan sulaman emas, dipadu kain batik. Pengantin pria memakai beskap dan blangkon. Riasan paes Solo berbentuk lengkung dengan warna hitam pekat.
Solo Basahan
Kedua pengantin memakai kain dodot atau kampuh yang dililit, tanpa kebaya untuk perempuan. Gaya ini terlihat megah dan klasik, dulu dipakai keluarga keraton. Basahan melambangkan penyerahan diri kepada Tuhan dan kesiapan memasuki hidup baru.
Gaya Yogyakarta
Paes Ageng
Gaya paling megah dari Yogyakarta. Pengantin memakai kain dodot, riasan paes berwarna hitam dengan pinggiran prada emas, serta hiasan kepala lengkap. Pengantin pria memakai kuluk, yaitu penutup kepala tinggi.
Yogya Putri
Versi yang lebih sederhana, dengan kebaya beludru panjang dan paes yang tetap khas Yogya. Cocok untuk resepsi yang ingin tetap tradisional tanpa terlalu berat.
Perbedaan Solo dan Yogya secara singkat
| Aspek | Solo | Yogyakarta |
|---|---|---|
| Paes | Hitam pekat, bentuk lebih membulat | Hitam dengan pinggiran prada emas, bentuk lebih runcing |
| Penutup kepala pria | Blangkon atau kuluk | Blangkon atau kuluk tinggi |
| Kesan umum | Lembut dan anggun | Tegas dan megah |
Aksesori khas pengantin Jawa
- Cunduk mentul: tusuk sanggul bergoyang, jumlahnya sering ganjil.
- Ronce melati yang menjuntai dari sanggul.
- Keris untuk pengantin pria.
- Kalung, gelang, dan subang berwarna emas.
Tips memilih baju pengantin adat Jawa
- Tanyakan asal keluarga; sebagian keluarga ingin gaya sesuai daerah asal.
- Pertimbangkan cuaca dan durasi acara. Basahan dan Paes Ageng cukup berat untuk acara panjang.
- Untuk pengantin berhijab, pilih perias yang berpengalaman dengan versi hijab.
- Jadwalkan fitting minimal dua kali.
- Siapkan busana kedua yang lebih ringan bila resepsi lama.
Busana untuk rangkaian sebelum akad
Selain busana utama, rangkaian adat Jawa biasanya membutuhkan beberapa pakaian lain. Untuk siraman, calon pengantin memakai kain batik dengan untaian melati. Untuk midodareni, calon pengantin perempuan memakai kebaya sederhana tanpa riasan berat. Untuk akad, banyak pengantin muslimah memakai kebaya putih atau busana muslim, lalu berganti ke busana adat untuk resepsi. Diskusikan semua pergantian ini dengan perias agar jadwalnya realistis.
Sewa atau jahit sendiri?
Busana adat lengkap dengan aksesori umumnya disewa dari perias, karena perhiasan dan kain dodot jarang dipakai lagi. Kebaya untuk akad sering dijahit sendiri agar pas dan bisa disimpan sebagai kenangan. Kombinasi keduanya membantu menjaga anggaran sekaligus mendapat busana yang benar-benar sesuai keinginan.
Rangkaian adat Jawa lainnya
Busana adat biasanya dipakai dalam rangkaian seperti siraman, midodareni, akad, dan panggih. Dekorasi pelengkapnya sering memakai janur kuning. Tampilkan juga nuansa tradisional di undangan dengan tema yang sesuai di undangan nikah digital WithYou. Baju pengantin adat Jawa bukan hanya busana, tapi doa dalam bentuk kain, warna, dan riasan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Referensi
- Kamus Besar Bahasa Indonesia daring · Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
- Warisan Budaya Takbenda Indonesia · Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Baca juga
Adat & Tradisi
Midodareni Adalah: Makna, Urutan Prosesi, dan Persiapannya
Arti dan makna midodareni, urutan prosesinya dari siraman sampai catur wedha, dan cara menyiapkannya versi sederhana.
—
Adat & Tradisi
Siger Sunda: Makna, Jenis, dan Perbedaannya dengan Siger Jawa dan Lampung
Makna siger Sunda, jenis dan padanan busananya, perbedaannya dengan siger Lampung, serta tips memakainya bagi pengantin berhijab.
—