Tunangan Adalah: Arti, Bedanya dengan Lamaran, dan Tahapan Prosesinya
Oleh Tim Redaksi WithYou · Diperbarui · 3 menit baca
Ringkasan
Tunangan adalah ikatan janji antara dua orang untuk menikah, yang dimulai setelah lamaran diterima keluarga perempuan dan sering ditandai tukar cincin. Lamaran adalah permintaannya, tunangan adalah statusnya, dan pernikahan adalah pengesahannya. Dalam Islam, tahap ini dikenal sebagai khitbah.
Tunangan adalah salah satu tahap yang paling ditunggu sebelum pernikahan, tapi istilahnya sering tertukar dengan lamaran. Artikel ini menjelaskan arti tunangan, bedanya dengan lamaran dan khitbah, tahapan prosesinya, dan hal yang sebaiknya disepakati selama masa tunangan.
Tunangan adalah apa?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, bertunangan berarti bersepakat untuk menjadi suami istri. Secara sederhana, tunangan adalah status dua orang yang sudah berjanji menikah, biasanya setelah keluarga perempuan menerima lamaran. Dalam bahasa Inggris, status ini disebut engagement.
Lamaran, tunangan, khitbah: apa bedanya?
| Istilah | Artinya |
|---|---|
| Lamaran | Acara atau permintaan resmi dari pihak pria kepada keluarga perempuan |
| Tunangan | Status setelah lamaran diterima, sering ditandai tukar cincin |
| Khitbah | Istilah Islam untuk meminang; belum menghalalkan hubungan suami istri |
| Pernikahan | Akad atau pemberkatan yang mengesahkan hubungan |
Tahapan prosesi tunangan
1. Perkenalan keluarga
Sebelum lamaran resmi, biasanya ada pertemuan informal agar kedua keluarga saling kenal. Di sini mulai terlihat harapan masing-masing pihak.
2. Lamaran resmi
Keluarga pria datang menyampaikan maksud baik. Ada pembukaan, penyampaian maksud oleh juru bicara keluarga pria, lalu jawaban dari keluarga perempuan.
3. Tukar cincin
Bila lamaran diterima, banyak keluarga melanjutkan dengan tukar cincin sebagai tanda ikatan. Ini tradisi, bukan kewajiban agama.
4. Penyerahan hantaran
Sebagian keluarga membawa hantaran atau kue saat lamaran. Ide isinya ada di kue hantaran lamaran dan seserahan pernikahan.
5. Musyawarah tanggal
Kedua keluarga membicarakan tanggal akad, konsep acara, dan pembagian tugas.
Hal yang perlu disepakati selama tunangan
- Tanggal dan tempat akad, termasuk apakah akad di KUA atau di luar.
- Konsep acara: resepsi besar, sederhana, atau intimate wedding.
- Anggaran dan siapa menanggung apa.
- Mahar dan seserahan.
- Daftar tamu kedua keluarga.
- Rencana setelah menikah: tempat tinggal, pekerjaan, dan keuangan.
Berapa lama masa tunangan?
Tidak ada aturan baku. Masa tunangan tiga sampai enam bulan cukup untuk acara sederhana. Untuk resepsi besar dengan banyak vendor, enam sampai dua belas bulan lebih aman. Yang penting, masa tunangan tidak dibiarkan menggantung tanpa rencana.
Menjaga hubungan selama tunangan
Masa tunangan sering penuh diskusi teknis yang melelahkan. Sepakati waktu khusus untuk membahas persiapan, dan waktu lain yang bebas dari urusan vendor. Dalam pandangan Islam, pasangan yang bertunangan belum halal, sehingga batas pergaulan tetap dijaga sampai akad.
Bagaimana jika tunangan batal?
Tidak semua pertunangan berlanjut ke pernikahan. Bila harus batal, sampaikan secara langsung dan sopan antar keluarga, bukan lewat pesan singkat atau media sosial. Bicarakan juga barang yang sudah diberikan, seperti cincin dan hantaran, sesuai kebiasaan keluarga dan kesepakatan bersama. Menjaga martabat kedua pihak jauh lebih penting daripada mencari siapa yang salah.
Tunangan dalam berbagai adat
Banyak budaya di Indonesia punya cara sendiri untuk menandai pertunangan:
- Jawa: dikenal acara lamaran dan pemberian peningset, hantaran yang menjadi tanda ikatan.
- Sunda: ada tahap neundeun omong (menyimpan janji) dan narosan atau lamaran resmi.
- Batak: pertemuan keluarga yang disebut marhusip membahas kesepakatan sebelum pernikahan.
- Bugis-Makassar: tahap mappettu ada atau memutuskan kesepakatan, termasuk uang panai.
- Tionghoa: pertunangan sering diikuti sangjit, pengantaran hantaran dari pihak pria.
Karena tiap adat berbeda, tanyakan kepada orang tua tahapan mana yang ingin dijalankan agar tidak ada yang merasa dilewatkan.
Cincin tunangan dan cincin nikah
Cincin tunangan diberikan saat lamaran, sedangkan cincin nikah dipakai setelah akad. Sebagian pasangan memakai satu cincin untuk keduanya agar hemat. Di Indonesia, cincin tunangan sering dipakai di jari manis tangan kiri dan dipindah ke tangan kanan setelah menikah, tapi kebiasaan ini berbeda antar keluarga dan tidak ada aturan bakunya.
Checklist setelah resmi bertunangan
- Tentukan tanggal akad bersama kedua keluarga dan cek ketersediaan KUA atau tempat ibadah.
- Susun anggaran kasar dan sepakati siapa menanggung pos apa.
- Buat daftar tamu awal dari kedua pihak.
- Mulai cari venue dan vendor utama bila acaranya besar.
- Siapkan berkas administrasi seperti surat pengantar kelurahan dan pas foto.
- Tentukan kapan undangan akan disebar.
Checklist ini membuat masa tunangan terasa terarah, bukan sekadar menunggu.
Mengumumkan pertunangan
Setelah tunangan, kabar bahagia biasanya dibagikan ke kerabat dan media sosial. Butuh kalimat untuk membalas ucapan teman? Lihat ucapan happy engagement. Ketika tanggal pernikahan sudah pasti, siapkan undangan nikah digital agar tamu bisa menandai tanggalnya sejak jauh hari. Tunangan adalah awal perjalanan; persiapan yang tenang membuat hari pernikahan terasa lebih ringan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Referensi
- Kamus Besar Bahasa Indonesia daring · Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
- Engagement, definisi · Cambridge Dictionary
Baca juga
Persiapan & Biaya
Biaya Lamaran Sederhana: Rincian Pos, Siapa yang Menanggung, dan Tips Hemat
Pos-pos biaya lamaran, siapa yang biasanya menanggung, cara menyusun anggaran, dan tips agar tetap hemat.
—
Persiapan & Biaya
Kue Hantaran Lamaran: Jenis, Makna, dan Ide Modern yang Simple
Kue hantaran lamaran tradisional dan modern beserta maknanya, jumlah yang lazim, dan tips memilih serta mengemasnya.
—