Siraman Adalah: Makna, Urutan Prosesi, dan Perlengkapan Siraman Adat Jawa
Oleh Tim Redaksi WithYou · Diperbarui · 3 menit baca
Ringkasan
Siraman adalah upacara adat Jawa memandikan calon pengantin, biasanya sehari sebelum akad nikah, sebagai simbol penyucian lahir dan batin. Air yang dipakai lazimnya berasal dari tujuh sumber dan dicampur bunga setaman, lalu disiramkan oleh orang tua dan sesepuh yang dipilih keluarga.
Di banyak keluarga Jawa, hari sebelum akad nikah terasa paling sibuk sekaligus paling haru. Salah satu penyebabnya adalah siraman. Siraman adalah momen ketika orang tua memandikan anaknya untuk terakhir kali sebelum ia berumah tangga. Bagi yang baru pertama kali menyiapkannya, berikut penjelasan makna, urutan, dan perlengkapannya.
Siraman adalah apa?
Siraman berasal dari kata siram, yang berarti mandi atau menyirami. Dalam adat Jawa, siraman adalah upacara memandikan calon pengantin agar bersih dan suci lahir batin sebelum memulai kehidupan berumah tangga. Upacara ini biasanya dilakukan sehari sebelum akad nikah, di rumah masing-masing calon pengantin.
Kajian di Jurnal Teknobuga Universitas Negeri Semarang mencatat bahwa tata cara pengantin adat Jawa berakar dari tradisi keraton, yang dulu hanya diselenggarakan keluarga keraton, lalu diadaptasi masyarakat luas.
Apa makna siraman?
- Penyucian diri. Air melambangkan kesucian dan kehidupan. Calon pengantin diharapkan memasuki pernikahan dengan hati yang bersih.
- Restu orang tua. Ayah dan ibu menyiram lebih dulu. Ini simbol bahwa mereka merestui dan melepas anaknya.
- Doa para sesepuh. Setiap orang yang menyiram membawa doa dan nasihat untuk calon pengantin.
- Air tujuh sumber. Tujuh atau pitu dikaitkan dengan pitulungan (pertolongan). Harapannya, rumah tangga selalu mendapat pertolongan.
Bagaimana urutan prosesi siraman?
Urutan bisa berbeda antara gaya Solo, Yogyakarta, dan daerah lain. Gambaran umumnya:
- Sungkeman. Calon pengantin bersimpuh meminta restu kepada orang tua sebelum siraman dimulai.
- Calon pengantin dibimbing ke tempat siraman. Biasanya mengenakan kain batik dan untaian bunga melati.
- Siraman oleh orang tua. Ayah menyiram lebih dulu, lalu ibu, dengan gayung dari tempurung kelapa.
- Siraman oleh para sesepuh. Jumlahnya ganjil, sering tujuh orang, dipilih dari kerabat yang rumah tangganya dianggap teladan.
- Siraman terakhir dengan air kendi. Ibu atau juru rias menuangkan air dari kendi.
- Pecah kendi. Ayah memecahkan kendi sebagai tanda anaknya siap memasuki babak baru.
- Potong rikmo dan tanam rambut. Di sebagian keluarga, ujung rambut calon pengantin wanita dipotong lalu ditanam bersama potongan kuku.
Di beberapa daerah, siraman dilanjutkan dengan dodol dawet, ketika orang tua "berjualan" dawet kepada tamu yang membayar dengan uang kreweng (pecahan tanah liat).
Perlengkapan apa saja yang disiapkan?
| Perlengkapan | Fungsi atau makna |
|---|---|
| Air dari tujuh sumber | Harapan mendapat pertolongan dan keselamatan |
| Bunga setaman (mawar, melati, kenanga) | Keharuman nama baik keluarga |
| Gayung tempurung kelapa | Alat menyiram, simbol kesederhanaan |
| Kendi berisi air | Dipecahkan di akhir prosesi |
| Kain batik dan untaian melati | Busana calon pengantin saat disiram |
| Kursi atau dingklik dan tikar | Tempat duduk calon pengantin |
| Handuk, kain ganti, dan perlengkapan rias | Untuk setelah siraman |
Catatan DPAD DIY menyebutkan di sebagian tradisi Yogyakarta, air diambil dari sumur yang bersih dengan harapan serupa. Jadi tidak semua keluarga memakai tujuh sumber. Ikuti kebiasaan keluarga masing-masing.
Siapa yang biasanya menyiram?
Ayah dan ibu selalu menjadi yang pertama. Sesepuh berikutnya dipilih keluarga, biasanya kakek, nenek, paman, bibi, atau tokoh yang dihormati. Banyak keluarga memilih orang yang rumah tangganya rukun, sebagai harapan agar calon pengantin mengikuti teladan itu.
Tips menyiapkan siraman di rumah
- Siapkan tempat yang tidak licin. Gunakan alas karet atau tikar di area siraman. Air bercampur bunga membuat lantai mudah licin.
- Atur suhu air. Air tujuh sumber bisa dihangatkan sedikit, terutama bila siraman sore hari.
- Tentukan daftar penyiram sejak awal. Kabari mereka beberapa hari sebelumnya agar tidak ada yang merasa terlewat.
- Libatkan juru rias atau pemandu adat. Mereka hafal urutan dan bisa membimbing keluarga.
- Siapkan dokumentasi. Siraman penuh momen haru. Pastikan fotografer tahu titik terbaiknya.
Bagaimana mengundang tamu ke siraman?
Siraman biasanya hanya untuk keluarga dekat. Kalau kamu memakai undangan digital, tambahkan siraman sebagai acara tersendiri lalu tampilkan hanya untuk kelompok tamu keluarga. Di WithYou, setiap acara bisa diatur "tampil untuk semua tamu" atau hanya untuk label tertentu, jadi tamu kantor cukup melihat jadwal resepsi. Penjelasan lengkapnya ada di undangan akad dan resepsi terpisah.
Rangkaian adat Jawa berlanjut di malam harinya. Baca juga midodareni adalah dan baju pengantin adat Jawa.
Pertanyaan yang sering diajukan
Referensi
- Adat Budaya Siraman Pengantin Jawa Sarat Makna dan Filosofi (Setyaningsih & Zahrulianingdyah) · Jurnal Teknobuga, Universitas Negeri Semarang
- Upacara Siraman dalam Rangkaian Upacara Perkawinan Adat Jawa · Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY
- Makna Simbolik dalam Proses Siraman Adat Jawa di Desa Kebonagung, Kendal · Jurnal Studi Multidisipliner
Baca juga
Adat & Tradisi
Midodareni Adalah: Makna, Urutan Prosesi, dan Persiapannya
Arti dan makna midodareni, urutan prosesinya dari siraman sampai catur wedha, dan cara menyiapkannya versi sederhana.
Rabu, 14 Oktober 2026
Adat & Tradisi
Janur Kuning Pernikahan: Makna, Jenis Hiasan, dan Tradisinya
Makna janur kuning dalam pernikahan, jenis hiasan seperti penjor dan kembar mayang, dan cara memakainya di dekorasi modern.
Selasa, 13 Oktober 2026
Adat & Tradisi
Tea Pai Adalah: Makna, Urutan Upacara Teh, dan Persiapannya
Arti tea pai dalam pernikahan Tionghoa, urutan menyuguhkan teh, perlengkapan yang dibutuhkan, dan tips agar berjalan lancar.
Senin, 12 Oktober 2026