Biaya Pernikahan Ditanggung Siapa? Pembagian Pihak Pria, Wanita, dan Cara Membicarakannya
Oleh Tim Redaksi WithYou · Diperbarui · 3 menit baca
Ringkasan
Tidak ada aturan hukum yang menentukan siapa menanggung biaya pernikahan secara keseluruhan. Yang diatur hanya mahar: dalam Kompilasi Hukum Islam Pasal 30, calon mempelai pria wajib membayar mahar kepada calon mempelai wanita. Selebihnya mengikuti kesepakatan dan adat: ada yang ditanggung pihak perempuan sebagai tuan rumah, dibagi dua keluarga, atau dibiayai pasangan sendiri. Bicarakan sejak lamaran dan tulis kesepakatannya.
Di banyak keluarga, pertanyaan "biaya pernikahan ditanggung siapa?" lebih menegangkan daripada angkanya sendiri. Tidak ada yang ingin terlihat perhitungan, tapi tidak ada juga yang ingin terbebani diam-diam. Kabar baiknya, hampir semua pembagian itu sah selama disepakati. Berikut yang memang wajib, pola yang umum, dan cara membicarakannya.
Apakah ada aturan siapa yang membayar biaya pernikahan?
Untuk biaya pernikahan secara keseluruhan, tidak ada. Yang diatur hanya mahar. Bagi pasangan Muslim, Kompilasi Hukum Islam Pasal 30 menyebut calon mempelai pria wajib membayar mahar kepada calon mempelai wanita, dan Pasal 31 meminta mahar ditentukan berdasarkan asas kesederhanaan dan kemudahan. Penjelasan lengkapnya ada di mahar pernikahan.
Resepsi, katering, dekorasi, busana, dan pos lain sepenuhnya urusan kesepakatan dan adat.
Tiga pola pembagian yang paling umum
| Pola | Cara kerjanya | Cocok bila |
|---|---|---|
| Pihak perempuan sebagai tuan rumah | Keluarga perempuan menanggung resepsi. Pihak pria membawa mahar, seserahan, dan kadang uang bantuan untuk acara. | Keluarga memegang adat yang menempatkan acara di rumah atau daerah mempelai perempuan. |
| Dibagi dua keluarga | Dibagi per pos atau patungan dengan porsi yang disepakati. | Kedua keluarga sama-sama ingin terlibat dan mengundang tamu dalam jumlah serupa. |
| Ditanggung pasangan sendiri | Pasangan membiayai dari tabungan bersama. Keluarga membantu bila mau, tanpa kewajiban. | Pasangan sudah mandiri dan ingin memegang keputusan soal konsep acara. |
Di sebagian daerah, adat punya ketentuan sendiri, seperti uang panai dalam adat Bugis-Makassar yang dibawa pihak pria untuk biaya acara. Bila keluargamu memegang adat tertentu, tanyakan ke tetua keluarga sejak awal.
Contoh pembagian per pos biaya
Bila memilih dibagi dua, pembagian per pos lebih mudah dipantau daripada patungan persentase. Contoh di bawah hanya ilustrasi, sesuaikan dengan kesepakatan kalian.
| Pos biaya | Contoh penanggung |
|---|---|
| Mahar dan seserahan | Pihak pria |
| Biaya nikah di KUA | Pasangan atau pihak pria |
| Venue dan katering resepsi | Tuan rumah acara |
| Dekorasi | Tuan rumah acara |
| Rias dan busana pengantin | Masing-masing mempelai, atau dibagi |
| Dokumentasi | Pasangan |
| Undangan dan suvenir | Dibagi sesuai jumlah tamu masing-masing keluarga |
| Cincin | Pasangan |
Hitung perkiraan tiap pos di kalkulator biaya nikah, lalu bagi angkanya. Biaya resmi di KUA dibahas di biaya nikah di KUA.
Membagi berdasarkan jumlah tamu
Cara yang sering terasa paling adil: biaya per tamu (katering, suvenir, undangan cetak) dibagi sesuai jumlah tamu yang diundang tiap keluarga. Bila keluarga pria mengundang 300 orang dan keluarga perempuan 200 orang, porsinya mengikuti angka itu. Susun daftar tamu masing-masing di daftar tamu nikah agar angkanya jelas.
Kapan dan bagaimana membicarakannya?
- Calon pasangan dulu. Sepakati batas anggaran dan berapa yang bisa kalian tanggung sendiri sebelum melibatkan keluarga.
- Ajak keluarga saat atau setelah lamaran. Banyak keluarga membahasnya di pertemuan lamaran. Contoh poin pembicaraan ada di biaya lamaran sederhana.
- Bicarakan angka, bukan hanya pembagian. "Kami tanggung katering" bisa berarti sangat berbeda bila jumlah tamunya berubah.
- Tulis kesepakatannya. Cukup catatan bersama di grup keluarga atau dokumen yang dibagikan.
Bagaimana dengan ngunduh mantu?
Bila ada dua resepsi, misalnya resepsi di pihak perempuan lalu ngunduh mantu di pihak pria, umumnya tiap keluarga membiayai acara yang mereka selenggarakan. Tetap sepakati di awal, karena ada keluarga yang memilih menggabungkan anggaran untuk dua acara sekaligus.
Tips agar urusan biaya tidak memicu konflik
- Satu rekening atau satu catatan bersama untuk semua pembayaran vendor.
- Tunjuk satu orang pemegang anggaran dari tiap pihak.
- Sisihkan dana cadangan untuk tambahan tak terduga.
- Jangan membandingkan dengan pernikahan saudara atau tetangga. Setiap keluarga punya kemampuan berbeda.
- Bila anggaran tidak cukup, kurangi skala, bukan berutang. Konsep intimate wedding atau nikah tanpa resepsi bisa jadi pilihan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Referensi
- Mahar dalam Perkawinan (mengutip Kompilasi Hukum Islam Pasal 30 dan 31) · Mahkamah Syar'iyah Aceh
Baca juga
Persiapan & Biaya
Mahar Pernikahan: Arti, Hukum, dan Contoh Mahar Simple yang Elegan
Arti dan hukum mahar pernikahan, bedanya dengan seserahan, dan contoh mahar simple yang tetap elegan.
Minggu, 18 Oktober 2026
Persiapan & Biaya
Biaya Lamaran Sederhana: Rincian Pos, Siapa yang Menanggung, dan Tips Hemat
Pos-pos biaya lamaran, siapa yang biasanya menanggung, cara menyusun anggaran, dan tips agar tetap hemat.
Minggu, 11 Oktober 2026
Persiapan & Biaya
Persiapan Pernikahan 3 Bulan: Urutan Kerja yang Realistis dari Minggu ke Minggu
Tiga bulan cukup untuk menikah dengan tenang, asal keputusan besar dikunci di dua minggu pertama. Ini urutan kerja minggu ke minggu, dari anggaran sampai malam sebelum akad.
Selasa, 27 Oktober 2026